Just Say It Bro!!

Romantika Cinta Perpolitikan Indonesia

1,660

Dalam sebuah cerita cinta, banyak hal yang sering dimunculkan melalui drama sinetron, novel, cerpen, bahkan komik-komik percintaan. Tetapi dalam cerita cinta di dunia politik, hampir tidak pernah terjadi atau sengaja tidak ditampilkan oleh seorang penulis. Hanya menampilkan sisi baik dan buruk suatu partai politik atau tokoh tertentu.

Dalam sebuah drama romantika, kecenderungan untuk mengungkapkan sebuah kasih sayang, tidak sepenuhnya ditunjukkan dengan sikap yang lembut, tutur kata, atau dengan sebuah pelukan. Banyak juga yang mengungkapkan dengan cara marah-marah, diomelin, atau dikasih hukuman. Hal ini dilakukan masing-masing orang untuk menunjukkan kasih sayangnya ‘walaupun’ dengan cara yang berbeda-beda.

Seperti halnya dalam situasi politik yang terjadi saat ini. Banyak yang beranggapan bahwa menjelang pelaksanaan Pilpres 2019, masing-masing calon dan pendukung berusaha untuk ‘melempar batu sembunyi tangan’. Maksudnya adalah membuat sebuah isu negatif tentang seseorang (calon presiden 2019) agar tidak dipilih oleh masyarakat. Padahal, kenyataannya adalah ‘terbalik’.

Banyaknya isu di media sosial, media online, dan di lapangan tentang pemerintahan Jokowi, merupakan suatu bukti kecintaan seluruh rakyat Indonesia kepada Jokowi. Bagaimana tidak, apabila Jokowi melakukan kesalahan dalam sebuah peraturan yang telah dibikin-nya (Jokowi), rakyat langsung menegurnya (melalui demo). Seperti halnya yang dilakukan oleh seorang ibu kepada anaknya apabila sang anak telah melakukan kesalahan.

Lebih menariknya lagi adalah banyak yang beranggapan bahwa calon presiden yang akan maju pada pilpres 2019 adalah Jokowi dan Prabowo. Sehingga banyak diisukan bahwa pertarungan di media sosial adalah perbuatan pendukung probowo dan pendukung Jokowi. Kemudian hal ini lah yang menyebabkan keruhnya suasana politik Indonesia. Yakin?

Pada tanggal 31 Oktober 2016, Jokowi melakukan kunjungan ke kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Setelah kunjungan tersebut, Prabowo pun melakukan kunjungan balasan ke Jokowi di Istana Presiden pada tanggal 17 November 2016. Berbagai macam persoalan dibahas dalam dua agenda pertemuan tersebut. Masalah kenegaraan dan kesejahteraan rakyat menjadi topik utama dalam pertemuan tersebut. Jadi, apa Jokowi dan Prabowo saling bermusuhan? ‘Tidak’ pastinya.

Kedua tokoh Indonesia (Prabowo dan Jokowi) merupakan 2 sejoli yang tidak dapat dipisahkan. Layaknya seorang laki-laki pendiam yang ingin mengatakan cinta kepada seorang wanita yang tegas dan mandiri, maka terasa seperti malu-malu kucing. Sang wanita pun enggan mengatakan cintanya karena dia memiliki keteguhan yang kuat dan ketegasan dalam memimpin. Walaupun keduanya sama-sama cinta dan tidak dapat diungkapkan, maka kasih sayang tersebut diungkapkan melalui perhatian dan pengawasan. Rasanya seperti membenci, padahal ‘rindu dan cinta yang ada di hati’.

Oleh karena itu, perasaan cinta yang mendalam dari seorang Prabowo kepada Jokowi ditunjukkan melalui teguran-teguran ringan agar Jokowi dapat melihat sepenuhnya tentang problematika yang terjadi di masyarakat. Dan Jokowi mengungkapkan dengan tindakan-tindakan yang diperlukan oleh masyarakat, sesuai dengan teguran-teguran yang diberikan kepadanya, agar Bangsa dan Negara Indonesia dapat menatap persaingan di dunia internasional dengan modal yang kuat.

Mari, satukan Indonesia dengan Kebhinekaan Tunggal Ika-nya!

By : Arl

Comments