Just Say It Bro!!

Kontrak Politik KSPI

2,643

Melihat dinamika pekerja di Indonesia dan pekerja di negara maju, khususnya Amerika dan Eropa, memiliki perbedaan yang sangat jauh. Pekerja di Amerika dan Eropa memiliki sifat bersaing secara sportif dan adil, yaitu bersaing secara kemampuan dan keahlian di bidangnya masing-masing. Mengembangkan kemampuan yang dimiliki agar dapat dipercaya oleh sebuah perusahan, merupakan unsur utama yang dimiliki oleh pekerja di amerika dan Eropa. Sedangkan di Indonesia, sebagian besar pekerja Indonesia hanya menginginkan sebuah gaji besar dan tempat yang layak, tanpa memperhatikan kemampuan yang dimiliki. Kalau sudah begini, perusahaan mana yang ingin mempekerjakan seorang karyawan apabila tidak memiliki keahlian atau kemampuan dibidangnya?

Pekerja pabrik, restoran, hotel, dan lain sebagainya. Apabila sebuah perusahaan memiliki seorang pegawai dengan kemampuan yang layak dan terus menerus mengembangkan kemampuannya, apakah perusahaan tersebut akan melepasnya?. Pastinya perusahaan tersebut akan menawarkan promosi jabatan atau gaji yang lebih tinggi kepada orang tersebut.

Pada acara mayday kemarin, ada beberapa tuntutan yang selalu didengungkan di setiap acara hari buruh internasional, yaitu masalah kenaikan gaji dan pengangkatan sebagai karyawan tetap. Tetapi ada hal yang menarik dalam tuntutan terkait penghapusan Perpres Tenaga Kerja Asing (TKA). Padahal Perpres yang dikeluarkan pada Era Jokowi justru mempersulit TKA yang akan datang ke Indonesia. (Bagi yang belum paham, tolong baca Perpres tentang Penggunaan TKA Nomor 20 Tahun 2018.

sumber : Media Indonesia

Pada tanggal 1 Mei 2018, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) telah menandatangani kontrak politik dengan Prabowo Subianto. KSPI secara terang-terangan akan mendukung prabowo dalam pelaksanaan pilpres tahun depan “dengan syarat” Rizal Ramli sebagai wakil presiden dan meminta jatah Menteri Tenaga Kerja. Padahal KSPI merupakan wadah bagi seluruh pekerja Indonesia untuk menyalurkan aspirasi, bukan untuk berpolitik. Sedangkan kontrak politik yang telah disepakati dengan prabowo akan berdampak luas kepada pekerja Indonesia. Bukannya memberikan tambahan keahlian kepada para pekerja, malah ikutan berpolitik. Hal ini dapat merugikan para pekerja Indonesia yang tidak tahu tentang politik. Sehingga hanya dinikmati oleh para pemangku kepentingan yang ada di dalam tubuh KSPI.

Dari beberapa poin diatas, diharapkan para pekerja Indonesia tidak terpengaruh dengan situasi politik yang ada saat ini. Alangkah baiknya apabila setiap masyarakat Indonesia membekali dirinya dengan kemampuan dan keahlian sesuai dengan minat dan bakatnya agar mudah dalam melakukan pekerjaan yang ada, BUKAN mengandalkan kekerabatan atau pertemanan.

By : Arl

 

Comments