Just Say It Bro!!

Indonesia Dibangun dengan Khilafah, Tapi Tidak Untuk Politik

472

Melihat sebuah Trending Topik di Twitter dengan hastag #KhilafahMusuhNKRI, membuat beberapa orang bertanya-tanya, ada apa dengan sistem Khilafah?. Khilafah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad dan para Khalifah digunakan untuk menyebarkan Agama Islam, agar diterima masyarakat dengan baik. Bukan untuk tujuan mendirikan sebuah negara yang seluruh masyarakatnya beragama Islam.

Marshal G Hodgson, seorang peneliti dari barat tentang Dunia Islam, dalam tulisannya yang bertajuk The Venture of Islam mengungkapkan, “Masyarakat Muhammad SAW, terdiri dari kaum muslim dan non-muslim yang sangat heterogen dalam berbagai ragam karakter dan kebiasaan adat istiadat. Komunitas masyarakat binaan Muhammad SAW, terdiri dari berbagai unsur heterogen yang diorganisasi secara lebih baik dibandingkan sistem organisasi masyarakat Makkah, baik secara religius maupun politik.’’

Kembali ke dasar terbentuknya Negara Indonesia, para pahlawan reformasi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan semangad jihad dan sistem khilafah yang dianut para ulama. Tetapi khilafah yang dianut oleh para ulama terdahulu digunakan untuk memperjuangkan nasib Bangsa Indonesia dari penjajahan di negeri sendiri, BUKAN untuk berpolitik. Pembebasan dari penjajahan dan pembentukan dasar Negara Indonesia tidak terlepas dari sistem ke-khalifah-an, sehingga dalam Sila Pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

Setelah kemerdekaan Indonesia, para pendiri bangsa mulai merumuskan beberapa kebijakan politik luar negeri agar Indonesia diakui secara global. Sedikit demi sedikit, sistem ke-khalifah-an mulai hilang dari dunia politik, karena dinilai bertentangan dengan nilai asli sistem khalifah. Karena Nabi Muhammad sendiri tidak menginginkan berdirinya sebuah negara Islam, seperti yang terjadi di Madinah. Madinah menjadi salah satu kota terdamai pada saat itu karena keberagaman agama dan nasionalisme menjadi faktor utama terbentuknya Kota Madina yang aman dan nyaman.

Lain halnya dengan sistem khalifah yang merupakan Ideologi dari Kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang ingin merubah dasar negara ini. Melalui banyaknya seminar dan agenda pertemuan yang dilakukan, HTI mencoba untuk mencari dukungan dari masyarakat awam bagaimana mengenal ajaran Islam. Tapi ajaran tersebut membawa kepada perubahan dan pertentangan terhadap dasar Negara Indonesia.

“Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto meyampaikan bahwa khilafah itu bukan ideologi, khilafah itu ajaran Islam”. Tapi ajaran Islam yang dibawa dengan mengenyampingkan nilai murni dari Ajaran Islam itu sendiri. HTI menganggap bahwa sebuah demokrasi merupakan racun bagi Umat Islam dan menjerumuskan Umat Islam dari budaya maupun politik. Oleh karena itu, HTI kemudian mengusung ide mendirikan Khilafah Islamiyah sebagai kekuasaan politik global yang seharusnya memerintah semua umat Islam yang ada di muka bumi.

By : Arl

Comments