Just Say It Bro!!

Pesan Soekarno di Era Jokowi

Bangunlah Bangsamu, agar engkau berdamai dengan segala hal

650

Pada tahun 1927 Soekarno mendirikan sebuah organisasi politik yang disebut Partai Nasional Indonesia (PNI), yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan penuh untuk Indonesia. Namun, aktivitas politik subversif ini menyebabkan penangkapan dan juga pemenjaraannya oleh rezim Pemerintah Kolonial Belanda yang represif di tahun 1929. Soekarno yang pada saat itu telah ditahan dan dipenjarakan di Rumah Tahanan Bantjeuj (Banceuy), Bandung, tidak menyulutkan api semangat perjuangan orang-orang Indonesia.

Perjalanan Soekarno semasa hidupnya, membuat beliau memberikan pesan dan kesan dimata masyarakat Indonesia. Beberapa kata mutiara pun keluar dari mulut Presiden Pertama Republik Indonesia. Pesan yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia, khususnya para pemimpin bangsa.

“Bangunlah suatu dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan”

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”

Dari sekian banyak pesan yang disampaikan oleh Soekarno, 2 pesan diatas seperti menggambarkan bahwasannya Soekarno mampu melihat masa depan Bangsa Indonesia. Dari sekian banyak perjuangan para pendiri bangsa untuk mengusir penjajah, justru perjuangan yang paling sulit adalah melawan bangsa sendiri.

Hiruk pikuk perpolitikan di negeri ini seakan-akan berjuang melawan bangsa sendiri. Bukannya bersatu untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera, tapi melawan musuh politik dengan menebar isu SARA dan kebencian. Apakah ini yang menjadi tujuan dari para pendiri bangsa ini?

Dalam era kepemerintahan saat ini, isu negatif terhadap Presiden Jokowi selalu dilayangkan. Pendapat yang hanya berdasarkan asumsi belaka juga selalu ditekankan untuk menghalangi program-program pemerintah untuk masyarakat luas.

Berkali-kali presiden menyerukan agar tidak ada perpecahan bangsa. Hingga saat kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi ke Universitas Muhammadiyah Kupang. Beliau menyampaikan “Tahun 2018 ini kita memasuki tahun politik. Ini yang perlu kita perhatikan agar kita semua bersama-sama menjaga persaudaraan dan persatuan kita, sehingga pesta demokrasi ini bisa berjalan dengan baik”. Bukankah sama dengan pesan Soekarno diatas?

Membangun bangsa yang damai dan hidup dalam persaudaran adalah tugas masyarakat Indonesia. Bangsa ini bukan hanya milik pemerintah, bukan pula milik suatu golongan atau ras tertentu. Bangsa ini adalah Bangsa Indonesia. Bangsa yang penuh cinta dan kedamaian. Singkirkan pertikaian, wujudkan Indonesia Damai.(Ars)

Comments