Just Say It Bro!!

Muslim Cyber Army, Sang Pembela Umat di Media Sosial?

1,948

Belakangan ini kita sering kali mendengarkan atau bahkan mengetahui tentang suatu gerakan di media sosial tentang adanya Muslim Cyber Army atau MCA. MCA ini dibentuk dan menjadi “Booming” guna menjadi pembela siapapun yang dikatakan menghina atau bahkan memfitnah Umat dan Ulama Islam. Ditulisan sebelumnya sudah membahas masalah apa itu MCA dan bagaimana dia terbentuk.

Menengok semangat persatuan dan kesatuan Umat Islam, khusus di Indonesia dengan adanya gerakan MCA ini merupakan salah satu poin positif karena umat yang seakan-akan dipisahkan oleh jarak, suku atau bahkan kesibukan pekerjaan dapat bersatu padu. Pada point persatuan Umat Islam, saya mengapresiasi besar atas jasa MCA. Prestasi tersebut menurun jika melihat apa yang disebarkan oleh akun-akun yang mengatakan dirinya “MCA” tulen atau sejati. Sering kali adanya provokasi atau nada sumbang dengan umpatan kasar yang menurut saya tidak pantas kita keluarkan sebagai  Pengikut Nabi Besar, Rasulullah, Muhammad SAW yang selalu mengajarkan kebaikan dan kasih sayang dalam setiap ajaran baginda.

Salah satu akun di Twitter mengatasnamakan “MCA” menggunakan kata kasar

Saya  mengutip salah satu ajaran baginda, yaitu dari Anas r.a., bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Janganlah engkau semua saling benci membenci, saling dengki mendengki, saling belakang membelakangi dan saling putus memutuskan -ikatan persahabatan atau kekeluargaan- dan jadilah engkau semua wahai hamba-hamba Allah sebagai saudara-saudara. Tidaklah halal bagi seorang Muslim kalau ia meninggalkan -yakni tidak menyapa- saudaranya lebih dari tiga hari.” (Muttafaq ‘alaih). Atau ajaran beliau lainnya seperti ini, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Pintu-pintu syurga itu dibuka pada Senin dan Kamis, lalu diampunkanlah bagi setiap hamba yang tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, melainkan seseorang yang antara dirinya dengan saudaranya itu ada rasa kebencian -dalam hati-, lalu dikatakanlah -yakni Allah berfirman kepada malaikatnya-: “Nantikanlah dulu kedua orang ini, sehingga keduanya berdamai kembali. Nantikanlah kedua orang ini, sehingga keduanya berdamai kembali.” (Riwayat Muslim).

Selain itu, Rasullah SAW pernah memaafkan Wahsyi yang telah membunuh paman baginda bernama Sayyidina Hamzah dan Hindu yang memakan jantungnya. Bukankah selayaknya keduanya dihukum mati? Namun Rasullah SAW memaafkannya dan keduanya mendapatkan hidayah dalam Islam.

Persatuan Umat Islam harus kita lakukan dan gemuruhkan di seluruh jagat raya ini. Dengan menggunakan kelemahlembutan yang diajarkan oleh Baginda, Rasullah SAW. Jangan sampai hati kita yang berniat untuk jihad, menyebarkan dakwah di Media Sosial menjadi sia-sia dan mubazdir di Hadapan Allah SWT karena kata kasar dan makian yang digunakan oleh mereka yang menamakan dirinya “MCA Sejati”.

Teruskan perjuangan Umat dengan lebih bijaksana dan sopan sehingga bagi mereka yang hatinya belum disadarkan dalam berkah Islam, dapat bergerak dan senantiasa menyebarkan kasih sayang ala Rasullah SAW. (Afk)

Comments