Just Say It Bro!!

Mesin Sensor Vs Muslim Cyber Army Gadungan

Kepentingan individual dan kolompok sangat bertentangan dengan kemaslahatan Umat. Isu negatif menjadi unsur utama dalam menghalakan segala cara demi meraih kemenangan. Mari, gunakan akal sehat dan bijak sebelum bertindak

816

Perkembangan dunia informasi di media sosial dan media online tumbuh dengan cepat. Setiap orang berhak mengakses dan melakukan update informasi. Pembentukan media sosial sebagai ajang yang bersifat positif, sangat diperlukan oleh masyarkat. Maksudnya adalah melakukan penyebaran berita positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Akan tetapi, postingan negatif justru menyelimuti media sosial, khususnya menjelang pilkada 2018.

Sejak beberapa tahun belakangan, isu tentang pertarungan politik dan organisasi masyarakat menjadi salah satu trending topic di media sosial dan media online. Hal ini mempengaruhi sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mencegah terjadinya stabilitas keamanan nasional. Salah satunya adalah pembuatan Undang-Undang tentang Ormas.

Dalam dunia maya, terdapat kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang mempunyai kecenderungan untuk melawan sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan membuat berita atau konten yang memuat isu provokasi. Padahal, jika melihat tentang awal pembentukan MCA, tidak ada kaitannya dengan segala persoalan yang ada di Indonesia. Jadi, siapa MCA ini?

Menurut sumber dari Cogelrandy.com, Muslim Cyber Army Dikatakan Anonymous dan sebagian anggotanya itu beragama islam. MCA yang dibangun tahun 2011 tidak pernah mencampuri urusan politik. Berbeda dengan Muslim Cyber Army Indonesia gadungan yang hanya memperkeruh suasana Politik di negara Indonesia.

Sumber : Cogelrandy.com

Melihat kemungkinan pernyataan yang disampaikan oleh salah satu anggota MCA 2011 melalui Cogelrandy.com, kami meyakini bahwa anggota MCA yang sebagian besar dikenal oleh masyarakat luas hanya digunakan untuk kepentingan poitik belaka. Berbeda dengan MCA 2011.

Perkembangan di media sosial beberapa waktu lalu, telah membuat heboh beberapa kalangan karena munculnya kode-kode dalam penulisan, yang kemungkinan besar di promotori oleh MCA gadungan. Kode penulisan tersebut menggunakan angka dan sebagian huruf. Hal ini dilakukan untuk menghindari pencarian di Mesin Sensor, yang dimiliki oleh beberapa lembaga dan kementerian.

Postingan yang dilakukan oleh 2 Akun Facebook diatas merupakan salah satu bentuk pelecehan terhadap simbol negara, yaitu Bahasa Indonesia. Perubahan bentuk tulisan dilakukan untuk menghindari pencarian yang dilakukan oleh mesin sensor. Bagaimana dengan konten video atau gambar porno? Kemungkinan ditulisnya adalah “p0r110” dan tidak akan terlacak melalui mesin sensor karena tidak menggunakan huruf yang semestinya. Apakah anda sebagai pembaca, ingin bangsa anda dirusak?

Penggabungan angka dan huruf menjadi satu dalam sebuah kalimat, ditulis oleh salah satu Facebook atas nama “Bang Wartas Sam”. Isisnya adalah “ saudara-saudaraku kaum muslimin & muslimat sekalian. Kami menghimbau kepada kalian semua untuk memenangkan pilkada serentak tahun 2018 & pilpres tahun 2019. Bagi muslimin pilihlah yang peduli dengan Islam. Sebagai bukti contohlah Banten dan DKI Jakarta. Kalau umat Islam masalah ini aja tidak bisa, tak usahlah teriak-teriak “alumini aksi bela Islam 212.”  Allahu Akbar…!!!”

Penggunaan isu SARA yang dilakukan menggunakan perpaduan angka dan huruf menjadi simbol tersendiri bagi kelompok MCA gadungan. Hal ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, bahwa kelompok tersebut dengan sengaja ingin Merusak Moral Bangsa Indonesia dan Tidak Menghargai Bahasa Indonesia. (Dinda)

Comments