Just Say It Bro!!

FITNAH! Pemerintahan Jokowi Radikal Terhadap Umat Muslim di Tahun Politik

Muslim bukan dilihat dari penampilannya, tapi sifat dan sikapnya yang menunjukkan bahwa orang itu adalah Islami

1,648

Berbagai anggapan di media sosial dan media sosial yang menyudutkan Pemerintahan Presiden Jokowi semakin gencar. Tudingan-tudingan untuk menjatuhkan nama baik Presiden Jokowi semakin banyak, dengan berbagai persoalan dan isu.

Di awali dengan Isu Penutupan Media Muslim. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) Usamah Hisyam, bahwa ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang ingin membungkam media tertentu, khususnya media Islam.

Pernyataan yang disampaikan oleh Hisyam merupakan sebuah opini yang tidak berdasar. Bagaimana tidak? Karena Pemerintah saat ini telah gencar melakukan monitoring di media online dan media sosial agar tidak tidak ada opini-opini yang menyesatkan masyarakat, serta membuat kebingungan di masyarakat.

Kedua, Ulama didiskriminasi. Siapa Ulama yang didiskriminasi? Berita yang menyebar luas tentang diskriminasi ulama sangat disayangkan. Pasalanya, ulama yang dimaksud adalah seseorang yang dianggap panutan oleh sekelompok orang tertentu. Bagaimana dengan Umat Muslim lainnya?. Padahal Jokowi membangun kedekatan dengan semua umat dan golongan untuk mempersatukan Bangsa Indonesia, khususnya Umat Muslim.

Ketiga, tuduhan bahwa Jokowi semakin keras terhadap umat Islam. Maksudnya apa? Sebagian masyarakat Indonesia adalah beragama Islam. Apakah Pemerintah gencar melakukan perlawan terhadap Umat Muslim? Pemerintah hanya melakukan perlawan terhadap kelompok-kelompok radikal yang mengatasnamakan Agama sebagai perjuangan. Seperti halnya kelompok ISIS.

Keempat, masalah PKI. Dari awal sudah disampaikan oleh Jokowi, “apabila ada PKI, Gebuk!”. Apakah pernyataan ini kurang jelas kepada masyarakat, khususnya kelompok-kelompok yang anti pemerintah. Dalam Undang-Undang juga sudah dikatan bahwa PKI adalah organisasi terlarang, sehingga keberadaannya harus dihilangkan.

Jadi, menjelang pertarungan politik, seharusnya para politisi dan pendukunganya melakukan pertarungan visi dan misi. Program kerja yang akan dilaksanakan untuk membangun bangsa. Bukan dengan politik adu domba, yang menggunakan sentiment Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA). (HSN)

 

Comments