Just Say It Bro!!

Di Balik Kematian 61 Anak Suku Asmat

1,506

Beberapa hari belakangan, dunia maya dihebohkan dengan meninggalnya 61 anak-anak Suku Asmat akibat kekurangan gizi dan terkena campak. Hal ini dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Banyak diantaranya pemberitaan media yang menyalahkan Presiden Joko Widodo atas meninggalnya anak-anak Suku Asmat.

Apakah semua hal yang terjadi di Indonesia adalah salah Presiden?

Presiden Joko Widodo bukanlah seorang malaikat atau dewa yang senantiasa mengetahui semua hal yang terjadi di Indonesia. Beberapa wilayah di Indonesia punya kepala daerah masing-masing, mulai dari Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Kepala Desa (Kades), Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi. Semua daerah punya kepala masing-masing. Sehingga tidak wajar apabila seorang kepala negara (Presiden) dituntut untuk terjun langsung dalam menangani setiap masalah yang terjadi. Masalah di Indonesia meliputi Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan, Keamanan (IPolEkSosbudHanKam).

Dimana peran seorang kepala daerah (Gubernur dan Walikota atau Bupati) ?

Kinerja seorang kepala daerah sangat dituntut dalam menangani setiap permasalahan yang terjadi di wilayah. Aspirasi dari seorang warga harus mendapatkan perhatian dari kepala daerah, karena kepala daerah secara langsung bersentuhan dengan masyarakat diwilayahnya. Apabila tidak ada kepedulian dari masing-masing kepala daerah, bukan berarti menyalahkan seorang presiden atas beberapa peristiwa yang terjadi di Indonesia.

Kemana dinas kesehatan?

Hampir disemua pemberitaan di media tidak sama sekali menyinggung masalah dinas kesehatan Kabupaten Asmat. Bukankan masalah kesehatan menjadi salah satu tugas pokok dinas kesehatan untuk mengetahui tingkat kesehatan masyarakat di Kabupaten Asmat? Hal ini juga menjadi peringatan untuk dinas kesehatannya diwilayah manapun, bahwa kesehatan masyarakat menjadi tanggung jawab dinas kesehatan setempat. Ketersediaan obat-obatan di rumah sakit dan puskesmas harus lebih diperhatikan.

Apakah orang-orang yang menyudutkan Presiden bisa menangani semua permasalahan di Papua?

Banyak sekali pihak-pihak yang menyalahkan Presiden Jokowi atas kematian anak-anak di wilayah asmat. Seperti, Muhammad Huda (pengamat politik) mengatakan “Seharusnya pembangunan infrastruktur dibarengi dengan peningkatan layanan kesehatan rakyat”. Natalius Pigai (Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)) mengatakan “Kita selama ini dihipnotis oleh Jokowi yang mengatakan Papua sudah seperti Jakarta baik pendidikan dan kesehatannya. Itu semua palsu. Kematian bayi berantai di Papua tersembunyi di balik pencitraan Jokowi”.

Berbagai kritikan pedas yang diberikan kepada  Presiden Jokowi menggambarkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengerti tugas dan fungsi dari setiap kementerian, kepala daerah, dan dinas-dinas yang ada. Presiden telah menggerakkan semua sektor yang ada, tinggal bagaimana masing-masing sektor menjalankan tugas dan fungsinya. Apakah harus presiden juga yang menjalankan semua sektor? Coba dipelajari lebih lanjut agar kita tidak salah paham.

Jokowi melakukan pencitraan?

Pencitraan tidak dilakukan oleh Seorang Jokowi. Media yang senantiasa menggambarkan hasil kerja dari seorang Presiden agar diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Melihat banyaknya kunjungan kerja ke berbagai wilayah Indonesia, Jokowi adalah presiden pertama yang paling banyak mengunjungi wilayah-wilayah di Indonesia. Kunjungan kerja yang dilakukan oleh Jokowi bukan sebatas omong kosong belaka, melainkan peninjauan hasil kerja yang dilakukan oleh beberapa kepala daerah sesuai dengan instruksi Jokowi agar seluruh masyarakat mengalami hal yang sama, seperti daerah jawa.

Kesehatan Tidak Terjamin di Papua?

Jokowi telah memberikan jutaan kartu sehat, yang dapat digunakan untuk berobat secara gratis oleh masyarakat yang kurang mampu. Pada tahun 2014 silam, Kartu Papua Sehat telah diberikan kepada 1.200 masyarakat Papua. Hal ini membuktikan bahwa wilayah yang mendapatkan kartu jaminan kesehatan bukan hanya daerah-daerah yang maju, tetapi wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan pun sangat diperhatikan oleh Jokowi.

Jadi, kasus meninggalnya 61 anak-anak Suku Asmat bukan hanya menjadi tanggung jawab Presiden. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, bahwa masih ada saudara-saudara kita di Indonesia yang belum mendapatkan makanan dan gizi yang cukup. Oleh karena itu, marilah kita semua bersatu padu dalam membangun bangsa dan negara ini, agar tidak ada saudara-saudara kita yang merasa terasingkan.

 

 

 

Comments