Just Say It Bro!!

Korupsi Dan Moral

Korupsi lebih buruk dari prostitusi. Prostitusi membahayakan moral Individu, tetapi Korupsi membahayakan moral seluruh negara

265

Pasca Insiden tabrak tiang lampu dan ditangkapnya SN sebagai terduga korupsi, membuat rakyat mulai membuka mata tentang kiprah KPK dalam perjuangan memberantas Korupsi di Indonesia. Kejahatan korupsi ini sebenarnya telah terjadi sejak dulu dalam bentuk upeti dan hadiah untuk memuluskan dan merebut kekuasaan dengan cara kotor.

Belum hilang dari ingetan publik tentang berbagai halangan KPK dalam menjerat para pemburu uang rakyat, kita kembali terhenyak dimana KPK kembali menangkap tangan upaya korupsi sekitar 4,7 M oleh 10 orang Pejabat di Propinsi Jambi untuk mensyahkan APBD Jambi pada 2018. Tentu tidak dapat dinalar bagaimana para pejabat tersebut bisa mulai berusaha untuk “menggarong” uang rakyat pada level pengesahan, bagaimana kita membayangkan pada saat APBD tersebut telah dianggarkan, bisa disimpulkan APBD tersebut akan menjadi bancakan dan bagi-bagi untuk memperkaya diri sendiri, kelompok dan golongan tertentu.

Melihat merajalelanya korupsi di Indonesia, tentu menjadi anomali dimana Indonesia terkenal dengan masyarakatnya yang sangat religius. Adanya anomali tersebut tentu menjadi pertanyaan semua pihak bagaimana menyelesaikan masalah korupsi di Indonesia. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan besar, bagaimana sebenarnya jalur-jalur kesempatan untuk korupsi itu masih selalu terbuka, sedangkan berbagai pihak sepertinya masih menutup mata untuk menyelesaikannya?. Padahal menurut Karl Kraus (1874-1936), penulis dan jurnalis Austria, “Korupsi lebih buruk dari prostitusi. Prostitusi membahayakan moral Individu, tetapi Korupsi membahayakan moral seluruh negara”. (ali)

Comments