Just Say It Bro!!

5 Tips Agar Tidak Terjerat Hoax Jelang Reuni Akbar 212

2,603

Ngatain – Laju perkembangan teknologi informasi, khususnya internet yang semakin massif membuat proses penyebaran informasi semakin tidak terbatas. Munculnya media sosial dengan berbagai macam bentuknya telah membuat setiap orang menjadi sumber informasi.

Di Indonesia sendiri, pengguna media sosial terlihat sangat aktif menyebarkan berbagai macam konten informasi mulai dari yang berbau politik, sosial, ekonomi, hingga guyonan ringan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, jagat media sosial di Indonesia dipenuhi oleh konten bernuansa kebencian, adu domba berbau SARA, hingga penyebarluasan berita bohong atau yang dikenal dengan istilah HOAX

Berbicara tentang HOAX, ternyata banyak masyarakat Indonesia yang mudah terpengaruh dan percaya dengan berita hoax. Parahnya, mereka seperti tanpa beban menyebarkannya kembali sehingga menimbulkan debat kusir yang tidak penting, yang pada akhirnya menimbulkan benih-benih kebencian.

Dari pengamatan yang dilakukan oleh penulis, beberapa hari terakhir ini jagat media sosial nusantara kembali dipenuhi oleh informasi hoax dan cenderung bisa menimbulkan konflik sosial. Usut punya usut, maraknya berita bohong itu ternyata disebabkan oleh rencana pelaksanaan reuni akbar 212 yang akan diselenggarakan pada 2 Desember 2017.

Nah, agar sahabat Kata-NG tidak mudah saja percaya dengan segala sesuatu yang tersebar di media sosial. Berikut ada 5 tips yang bisa sahabat Kata-NG lakukan agar tidak mudah terjebak dan terjerat hoax.

  1. Lihat Dengan Seksama Sumber Beritanya. Setelah kamu menerima dan membaca sebuah postingan atau artikel apapun di Internet, perhatikan terlebih dahulu darimana sumber informasi itu berasal. Tanyakan pada diri sendiri apakah sumber informasi itu jelas atau berasal orang-orang yang kredibel. Juga jangan lupa untuk melihat jangan-jangan informasi itu berasal dari situs atau blog yang tidak jelas
  2. Check, Recheck, Crosscheck. Saat ini, menyebarkan sebuah informasi merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan, apalagi jika informasi itu adalah tren yang sedang popular. Kondisi ini tak jarang membuat pengguna internet dan media sosial ingin terlihat aktif menyebarkan tren tersebut. Sayangnya banyak orang yang kurang mengerti tentang substansi yang ada dalam informasi tersebut, sehingga cenderung memberikan komentar yang asal dan diluar konteks. Nah, agar sahabat Kata-NG tidak menjadi orang seperti itu, alangkah baiknya jika melakukan check, recheck, dan crosscheck terkait berita yang akan disebarkan, bisa bertanya kepada teman yang lebih mengerti atau bertanya kepada Google tentang informasi tersebut, kemudian lihat dari berbagai perspektif.
  3. Pahami Bahwa Video dan Foto Belum Tentu Asli. Jangan jadi orang yang murahan dan seperti orang yang tidak pernah sekolah. Dengan kecanggihan teknologi seperti sekarang ini, manipulasi foto dan video bukan suatu hal yang sulit dilakukan. Oleh karena itu, apabila kamu menerima foto dan video yang terkesan menyesatkan, jangan langsung memencet tombol share, cek dulu sumber informasinya.
  4. Baca Seluruh Isi Berita. Ini nih yang susah buat orang Indonesia. Menjamurnya berbagai macam media sosial dan media online yang tidak jelas, membuat para penulis di media tersebut berlomba-lomba menulis judul yang bisa menarik perhatian. Namun sayangnya banyak dari mereka menulis judul dan ringkasan berita yang provokatif. Kamu pasti sering kan membaca berita dengan judul yang ternyata tidak sesuai dengan isi beritanya? Nah, mulai dari sekarang sahabat Kata-NG harus membaca seluruh isi berita.
  5. Jadilah Pribadi Yang Kritis dan Skeptis. Di era teknologi yang diwarnai dengan maraknya penyebaran berita hoax, menjadi pribadi yang kritis dan skeptis adalah keniscayaan, mengingat sikap kritis dan skeptis bisa menjauhkan kamu dari godaan hoax yang terkutuk. Walaupun ini cukup sulit, penulis yakin sahabat Kata-NG adalah orang-orang yang cerdas. Jadi hal ini tidak sulit untuk dilakukan. Berusaha untuk bersifat kritis dan skeptis dan melihat dari berbagai perspektif adalah benteng terakhir agar bisa terhindar dan tidak terjerat hoax.

Nah, semoga dengan membaca artikel diatas, sahabat Kata-NG tidak mudah terprovokasi berita hoax dan konten negatif yang belum tentu benar. So, gunakan smartphone kamu untuk hal-hal yang positif. Jangan asal pencet tombol share ya! Hati-hati loh, ikut menyebarkan berita hoax , dosanya sama dengan pembuat hoax itu sendiri

Comments